Jangan Dibuang!
Sampahmu Ada Harganya
Botol bekas, kardus, dan kaleng di rumahmu bisa jadi uang tunai dan poin hadiah. Bawa ke TPS 3R desa, langsung ditimbang dan dibayar di tempat.
- Cukup nomor HP, tanpa daftar
- Uang cair hari itu juga
- Harga per kg terbuka
--
Warga berpartisipasi--
Hadiah tersediaCara Kerjanya
Empat langkah mudah, tanpa ribet
Layanan Warga
Pilih layanan yang kamu butuhkan
Sampah Bukan Barang Buangan
Sebagian besar isi tempat sampah rumah tangga sebenarnya masih punya nilai. Yang membuatnya jadi tak berharga bukan jenisnya — tapi karena semuanya dibuang tercampur jadi satu.
- Kertas dan kardus basah kena sisa makanan, tak laku dijual
- Plastik kotor ditolak pengepul atau dihargai sangat murah
- Sampah organik membusuk di tumpukan sambil melepas gas metana
- Air lindin meresap ke tanah dan mencemari sumur warga
- Kertas kering tetap bernilai dan bisa didaur ulang berulang kali
- Plastik bersih dihargai penuh sesuai harga per kilogram
- Organik jadi kompos untuk kebun atau pakan maggot bernilai jual
- Lingkungan desa lebih bersih, dan warga dapat uang tambahan
Kenali enam jenis sampah di bawah — ketuk kartunya untuk melihat dampak dan cara memilah yang benar
Sisa makanan, daun kering, dan sampah dapur.
Di TPA menghasilkan gas metana — 25 kali lebih memanaskan bumi daripada karbon dioksida. Air lindinya meresap dan mencemari sumur warga.
Jadi kompos untuk kebun desa atau pakan maggot bernilai jual.
- Tiriskan dulu, jangan basah
- Pisahkan dari plastik pembungkus
- Jangan campur minyak jelantah
Botol air, kantong kresek, dan kemasan sachet.
Pecah jadi mikroplastik yang masuk sungai, lalu ke ikan dan tubuh kita. Kresek yang dibakar melepas dioksin pemicu gangguan pernapasan.
Dicacah jadi biji plastik untuk ember, tali, hingga paving block.
- Buang isinya, bilas sebentar
- Lepas tutup dan label
- Pipihkan agar hemat tempat
Koran, kardus bekas, buku tulis, dan kertas HVS.
Satu ton kertas daur ulang menyelamatkan sekitar 17 batang pohon dan menghemat ribuan liter air bersih.
Dilebur jadi bubur kertas untuk kardus dan kertas baru.
- Pastikan kering, jangan lembap
- Lepas isolasi dan staples
- Lipat rapi supaya ringkas
Kaleng minuman, besi tua, seng, dan aluminium.
Menambang bijih baru merusak hutan dan boros energi. Daur ulang aluminium hemat 95% energi dibanding membuat dari awal.
Dilebur jadi bahan baku tanpa turun mutu — bisa berulang kali.
- Kosongkan dan bilas kaleng
- Penyet agar tidak makan tempat
- Hati-hati bagian tepi tajam
Botol kaca, toples, dan pecahan beling.
Pecahan beling melukai petugas dan hewan ternak, serta bertahan hampir selamanya di dalam tanah.
Dilebur ulang jadi botol baru, atau dihancurkan jadi campuran bahan bangunan.
- Bungkus koran bila pecah
- Pisahkan dari sampah lain
- Beri tanda "kaca" pada bungkus
Baterai, lampu bekas, obat kedaluwarsa, elektronik kecil.
Satu baterai bekas dapat mencemari puluhan meter kubik tanah dengan merkuri dan timbal — logam berat perusak ginjal dan saraf.
Dikumpulkan terpisah, diserahkan ke pengolah limbah B3 berizin.
- JANGAN dibuang ke sampah biasa
- Simpan dalam wadah tertutup
- Serahkan langsung ke petugas